• WORLD BARISTA CHAMPIONSHIP, RIMINI, ITALY

    World Barista Championship (WBC) adalah kejuaraan kopi paling bergengsi  tingkat internasional yang diadakan setiap tahun oleh World Coffee Event (WCE). Kompetisi tersebut terfokus dalam mempromosikan kopi-kopi terbaik, memajukan profesi barista dan juga sebagai ajang pertemuan orang – orang kopi dari seluruh penjuru dunia.

    Setiap tahun lebih dari 50 orang juara nasional dari berbagai negara berkompetisi dalam membuat 4 espresso, 4 cappucino dan 4 signature drinks dalam waktu 15 menit.

    Juri yang tersertifikasi oleh WCE dari seluruh dunia melakukan penilaian melalui evaluasi rasa, kebersihan, kreativitas, kemampuan teknik dan presentasi secara keseluruhan dari setiap barista.  Dalam satu penampilan barista dinilai oleh 4 orang juri sensory, 2 orang juri teknik dan 1 orang juri kepala.

    12 orang barista dengan score tertinggi di babak pertama akan melangkah ke babak semifinal untuk kemudian dipilih 6 finalis yang akan bertanding kembali di babak final. Dan satu dari 6 orang finalis dengan nilai tertinggi akan menjadi World Barista Champion!

    Setelah berhalangan mengambil kesempatan menjuri di Melbourne Australia pada World Barista Championship 2013 lalu karena beberapa hal, akhirnya tahun ini (2014) untuk pertama kalinya saya berangkat untuk menjuri di ajang kejuaraan barista dunia tersebut.

    Sebagai pemegang title Certified WBC sensory Judge saya memiliki hak untuk menjuri di ajang tersebut selama 2 tahun, lulus pada tahun 2013 maka kesempatan menjuri saya hanya di tahun 2013 dan 2014 saja. Oleh karena itu tekad saya sangat bulat bahwa kesempatan ini tidak boleh saya sia-siakan, dan tidak disangka pada hari kalibrasi kami mendapatkan good news bahwa para juri yang hadir dan lulus tes kalibrasi maka licensed untuk menjurinya diperpanjang 1 tahun dan saya bisa menjuri kembali ditahun 2015 tanpa harus mengikuti tes.

    Sebagai informasi, bahwa setelah lisensi menjuri sudah habis para juri bersertifikasi harus kembali mengkuti serangkaian tes seperti : General knowledge, Cupping test, practical test, dll.

    Berangkat dengan kekhawatiran akan rumor yang beredar bahwa para juri bersertifikasi pun belum tentu bisa menjuri kalau dia tidak lulus tes kalibrasi, itu membuat saya sedikit stress.

    Mira_3

    Kalibrasi dilakukan selama satu hari penuh tepat sehari sebelum kompetisi dimulai, keputusan bahwa saya lulus atau tidak tes tersebut diumumkan lewat jadwal penjurian yang dikirimkan via email pada malam hari nya, alhasil membuat saya tidak bisa tidur karena menanti email dari para board World Coffee Event (WCE). Dan yang ditunggu – tunggu pun muncul, jadwal menjuri! Dan akhirnya, nama saya pun tercantum di jadwal penjurian.

     Hari pertama menjuri saya mulai dengan perasaan sangat gugup, duduk menjadi juri untuk pertama kalinya di ajang kompetisi dunia dan dilihat oleh ratusan pasang mata membuat saya tegang.

    Setelah melewati satu peserta dengan lancar dan perasaan tegang pun hilang. Saya mulai menikmati momen – momen kompetisi. Dan saya pun diberikan kesempatan untuk menjuri kembali di hari kedua babak eliminasi.

    Bertemu dengan para ahli kopi dari seluruh dunia memberikan inspirasi lebih untuk saya semakin belajar banyak hal mengenai kopi dan juga menambah jaringan tentunya.

    Satu hal besar yang saya dapat setelah menjuri di WBC adalah bahwa kita harus selalu update akan segala hal apalagi pengetahuan  yang berhubungan dengan profesi yang kita dalami. (Mira Yudhawati)

    Rangking World Barista Championship 2014

     Champion: Hidenori Izaki, Japan

    Champion
    Picture Quertesy WCE

    2nd: Kapo Chiu, Hong Kong
    3rd: Christos Loukakis, Greece
    4th: Craig Simon, Australia
    5th: Maxwell Colonna-Dashwood, United Kingdom
    6th: William Hernandez, El Salvador