• Mengenal kopi dari hulu ke hilir. Inilah gagasan Malabar Mountain Coffee bersama Caswell’s Coffee dalam menghadirkan acara bertajuk Coffee Field Camp, A Learning Journey from Cultivation To Cup.

    Alam hijau Margamulya, Pangalengan, yang menjadi tuan rumah sekaligus ruang belajar yang menjadi tempat kami dan 26 peserta menghabiskan keseruan di dua hari. Peserta diajak menantang dingin di dataran tinggi 1800 mdpl bermalam dengan kemah. Tim Malabar Mountain Coffee (MMC) membuktikan pengalamannya mengelola usaha perkebunan kopi. Peserta diperkenalkan dengan pembudidayaan tanaman kopi, proses perawatan, pemupukan, penanggulangan hama, hingga proses pascapanen. Pak Yoga, sapaan hangat Slamet Prayogo, pendiri sekaligus direktur Malabar Mountain Coffee didaulat menjadi salah satu pembicara. Beliau berbagi pencapaiannya bersama PT Sinar Mayang Lestari. Bermula dari penanaman perdananya di daerah Ciseupan kemudian bertambah hingga area Margamulya dan Ciwidey dengan jenis kopi Arabika varietas Sigararutang, Ateng, Ateng Super, termasuk varietas langka Timtim (G1), Borbor (G2)

    IMG_0561

    Hadir pula seorang pembicara tamu yang telah 32 tahun meneliti tentang kopi, Dr. Ir. Pujiyanto, Msc, peneliti utama dari Pusat Penelitian Kopi dan Kakao. Yang menarik, dalam workshop-nya beliau mengungkapkan bahwa saat ini Indonesia dalam kondisi Darurat Kopi, karena laju konsumsi kopi dalam negeri naik 13% per tahun sementara laju produksi kopi hanya naik 1% per tahun. Prediksinya, tahun 2022 kopi yang dihasilkan Indonesia akan habis dikonsumsi sendiri dan tahun 2023 Indonesia akan menjadi pengimpor kopi. Karenanya perlu campur tangan khusus dari pemerintah dan kewajiban kita bersama selaku penggiat kopi untuk mencegah hal ini terjadi.

    Hari pertama yang padat ditutup dengan materi roasting oleh Arief Said, roaster berpengalaman sekaligus pendiri Morph Coffee dan Gordi.id serta Agus Tassi, master roaster Caswell’s Coffee. Keduanya membahas tentang apa yang terjadi saat roasting (maillard reaction, strecker degradation, exothermic, dan endothermic, proses Plan, Do, Check, Action, serta prosedur keamanan yang perlu dilakukan saat roasting.

    Hari berikutnya menjadi penuh petualangan. Peserta dibagi ke dalam 4 kelompok untuk membantu petani. Peserta naik gunung hingga ke ketinggian 1800 mdpl, untuk melihat secara langsung proses perawatan, pembersihan gulma, bahkan merasakan panen kopi dengan petik merah. Tidak sembarangan memetiknya disini peserta diberikan tips tersendiri dari para petani.

    IMG_0542IMG_0574

    Selanjutnya peserta diajak mengeksplorasi pasca panen. Mulai dari pelepasan kulit di mesin pulper, beranjak ke area gudang dan penjemuran biji kopi, proses di mesin huller, proses sortasi, hingga proses pengemasan green beans yang telah selesai diproses. Hari yang panjang ini diakhiri dengan cupping singkat mengenai cacat kopi yang dipandu oleh Resianri Triane selaku Training and Development Manager dari Caswells Coffee dan SCAA Q Assistant Instructor. (AP)