• Sebagai laboratorium kopi pertama di Indonesia, Caswell’s turut mengambil peran dalam mendukung produksi kopi-kopi berkualitas. Hadirnya biji kopi terbaik tidak terlepas dari peran para petani. Namun sayangnya tidak semua petani kopi memiliki pemahaman yang baik tentang kualitas kopi yang dipanennya. Belum lama ini di gelaran Trade Expo Indonesia 2015, Caswell’s bersama SCOPI (Sustainable Coffee Platform of Indonesia) menggandeng tangan para petani dan mengadakan edukasi singkat di booth Cupping Lab.

    Puluhan petani mulai dari Aceh hingga Flores singgah di Jakarta untuk mengikuti rangkaian workshop tentang kopi yang diselenggarakan oleh SCOPI. Tak lupa, mereka turut membawa sampel kopi yang mereka hasilkan untuk dievaluasi di Cupping Lab. Sebelum dievaluasi, kopi-kopi tersebut harus melalui proses grading. Sampel kopi yang diterima kemudian diteliti oleh para Q Grader dari Caswell’s guna melihat adanya cacat pada biji kopi atau tidak. Jenis-jenis cacat pada sampel ini kemudian dicatat, yang pada akhirnya turut memengaruhi penilaian keseluruhan kualitas sampel kopi tersebut. Selanjutnya sampel-sampel kopi ini melalui tahap roasting di booth Probat, dengan menggunakan profil roasting yang sama.

    Tibalah proses evaluasi yang terakhir yakni melalui cupping. Para Q Grader dari Caswell’s juga dibantu oleh beberapa Q Grader lainnya antara lain Raymond Anggajaya dan Lidya Japar Halim mengevaluasi 64 sampel kopi yang dibawa oleh Para Petani. Yang menarik, pengunjung pameran Trade Expo Indonesia juga diperbolehkan untuk mengeksplorasi rasa dan aroma selama cupping berlangsung. Dengan ini diharapkan, para penikmat kopi juga bisa belajar memahami cara cupping yang benar, sekaligus mengidentifikasi karakter kopi, yang bisa jadi merupakan kopi kesukaaannya.

    Cupping berlangsung mulai hari pertama, 21 Oktober hingga 25 Oktober 2015, yang setiap harinya terdiri dari 3 sesi. Pada hari terakhir dilakukan cupping 6 sampel kopi terbaik berdasarkan nilai yang dikumpulkan dari masing-masing Q Grader. Adalah kopi asal Aceh, Jawa Barat, dan Jawa Timur yang memiliki nilai teratas. Salah satunya adalah kopi Arabica asal Gunung Puntang, Jawa Barat dengan proses semi-washed milik bapak Ayi yang mendapat skor 85,33. Ada pula kopi Arabica dengan proses Washed Dry Hull asal Belawan, milik PT. PTPN XII dengan skor 83,58. Tidak hanya kopi-kopi terbaik yang akan mendapat hasil evaluasi secara tertulis. Namun seluruh petani dengan 64 sampelnya masing-masing akan mendapatkan hasil evaluasi dari para Q Grader. Dengan ini diharapkan mereka bisa mengetahui sejauh mana kualitas kopi mereka, juga saran dan kritik agar bisa menghasilkan dan memanen kopi-kopi berikutnya dengan lebih baik.

     

    **Berminat mempelajari proses cupping? Silakan menghubungi coffee@caswellscoffee.com atau 021 78833703.

     

     

     

    Arabica Semi Washed, Gayo Aceh, milik Bapak Muhammad,